Ejaan yang Disempurnakan (EYD) adalah pedoman resmi cara menulis bahasa Indonesia, mulai dari pemakaian huruf, penulisan kata, tanda baca, sampai penulisan kata serapan. Versi yang berlaku sekarang adalah EYD Edisi V, ditetapkan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa pada 16 Agustus 2022. Panduan ini merangkum sejarah ejaan Indonesia sejak 1901, membandingkan ciri tiap versinya, menunjukkan contoh perubahan di EYD V, dan memberi cara mengecek ejaan saat kamu menulis.
Apa itu Ejaan yang Disempurnakan
Ejaan adalah aturan melambangkan bunyi bahasa dengan huruf, lalu merangkainya menjadi kata dan kalimat tertulis lengkap dengan tanda bacanya. Untuk bahasa Indonesia, aturan itu dibakukan dalam dokumen bernama Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan, yang sehari-hari disingkat Ejaan yang Disempurnakan atau EYD.
Dokumen yang berlaku sekarang adalah Keputusan Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Nomor 0424/I/BS.00.01/2022. Diktum keduanya menyebut EYD sebagai pedoman dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, dan diktum ketiganya menyebut EYD digunakan oleh instansi pemerintah, swasta, dan masyarakat. Artinya EYD bukan hanya urusan guru bahasa, tetapi acuan untuk surat kantor, laporan, artikel, sampai pesan resmi ke pelanggan.
Perlu dibedakan juga apa yang tidak diatur EYD. EYD mengatur cara menulis, bukan memilih kata. Apakah yang baku risiko atau resiko, jawabannya ada di KBBI, seperti kami bahas di kata baku dan tidak baku. Apakah kalimatmu hemat dan logis, itu wilayah tata bahasa, dibahas di kalimat efektif. Ketiganya saling melengkapi.
Sejarah singkat ejaan bahasa Indonesia
Ejaan bahasa Indonesia sudah berganti beberapa kali dalam lebih dari seratus tahun. Setiap pergantian membawa perubahan huruf atau kaidah yang bisa kamu lihat langsung pada tulisan lama, dari nama jalan sampai sampul majalah. Linimasa berikut merangkum lima tonggak utamanya.
- Ejaan Van Ophuijsen (1901). Pembakuan ejaan bahasa Melayu dengan huruf Latin oleh Charles van Ophuijsen, dibantu Nawawi Soetan Makmoer dan Moh. Taib Sultan Ibrahim, dimuat dalam Kitab Logat Melajoe. Cirinya antara lain oe untuk bunyi u, j untuk bunyi y, tj untuk c, dj untuk j, serta tanda trema seperti pada ä.
- Ejaan Republik atau Ejaan Soewandi (1947). Berlaku sejak 19 Maret 1947 dan diumumkan Menteri Soewandi. Perubahan paling terlihat: oe menjadi u, bunyi sentak ditulis dengan k, dan kata ulang boleh ditulis dengan angka 2.
- Ejaan yang Disempurnakan (1972). Berlaku 16 Agustus 1972 berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 57 Tahun 1972. Pedoman umumnya diberlakukan dengan Keputusan Mendikbud Nomor 0196/U/1975, lalu diperbarui pada 1987 dan 2009.
- Ejaan Bahasa Indonesia atau EBI (2015). Diatur Permendikbud Nomor 50 Tahun 2015, dengan pedoman yang dikenal sebagai PUEBI. Nama EYD sempat diganti menjadi EBI.
- EYD Edisi V (2022). Nama EYD dikembalikan dan EBI dihitung sebagai edisi keempat. Keputusan 2022 itu juga mencabut keputusan tahun 2021 tentang PUEBI.
Jejak ejaan lama masih mudah ditemukan. Sampul majalah tahun 1939 di bawah ini memakai ejaan Van Ophuijsen: Keboedajaän untuk kebudayaan, Masjarakat untuk masyarakat, dan Madjallah Boelanan untuk majalah bulanan. Tanda trema di atas huruf a menandai bahwa dua vokal itu dibaca terpisah, bukan sebagai diftong.
Tabel perbandingan versi ejaan
Kalau kamu membaca dokumen lama, misalnya akta, surat keluarga, atau arsip koran, tabel berikut membantu menebak dari era mana tulisan itu berasal dan aturan apa yang dipakai. Tanggal dan dasar hukumnya kami ambil dari dokumen Badan Bahasa dan Wikipedia.
| Versi | Mulai berlaku | Dasar penetapan | Ciri yang paling terlihat |
|---|---|---|---|
| Van Ophuijsen | 1901 | Kitab Logat Melajoe | oe untuk u, tj, dj, j untuk y, tanda trema |
| Ejaan Republik (Soewandi) | 19 Maret 1947 | Diumumkan Menteri Soewandi | oe menjadi u, kata ulang boleh memakai angka 2 |
| EYD | 16 Agustus 1972 | Keputusan Presiden Nomor 57 Tahun 1972 | c, j, y, ny, sy, kh; awalan di- dan kata depan di dibedakan |
| EBI | 2015 | Permendikbud Nomor 50 Tahun 2015 | Diftong ei ditambahkan, diakritik e lebih rinci |
| EYD Edisi V | 16 Agustus 2022 | Keputusan Kepala Badan Bahasa Nomor 0424/I/BS.00.01/2022 | Monoftong eu, titik dua untuk waktu, huruf miring untuk judul film dan siniar |
Perubahan huruf terbesar terjadi pada 1972. Tabel kedua menunjukkan bagaimana satu bunyi ditulis berbeda di tiga ejaan pertama, berdasarkan tabel perbandingan di Wikipedia. Contoh katanya diambil dari tulisan nyata: nama jalan di depan kantor kementerian pendidikan yang diganti saat EYD diresmikan, dan sampul majalah 1939 di atas.
| Bunyi | Van Ophuijsen | Ejaan Republik | EYD sampai sekarang | Contoh |
|---|---|---|---|---|
| u | oe | u | u | goeroe menjadi guru |
| c | tj | tj | c | Tjilatjap menjadi Cilacap |
| j | dj | dj | j | Djl. menjadi Jl., Madjallah menjadi majalah |
| y | j | j | y | Masjarakat menjadi masyarakat |
| ny | nj | nj | ny | nj pada nama lama, kini ny |
| sy | sj | sj | sy | Masjarakat menjadi masyarakat |
| kh | ch | ch | kh | ch pada kata serapan Arab, kini kh |
Wikipedia mencatat Menteri Mashuri Saleh menandai peralihan itu dengan mengganti papan nama jalan di depan kantornya dari Djl. Tjilatjap menjadi Jl. Cilacap. Ejaan lama juga masih terlihat pada nama orang, seperti Soewandi atau Abdoel Salam, karena banyak nama diri tetap ditulis sesuai ejaan yang dipakai pemiliknya.
EYD Edisi V, pedoman yang berlaku sekarang
EYD Edisi V ditetapkan di Jakarta pada 16 Agustus 2022 oleh Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, E. Aminudin Aziz. Diktum kelima keputusannya menyebut keputusan itu mulai berlaku pada tanggal ditetapkan, jadi sejak hari itu EYD V menjadi acuan resmi.
Ada detail yang jarang dibahas. Diktum keempat mencabut Keputusan Kepala Badan Bahasa Nomor 0321/I/BS.00.00/2021 tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia. Jadi sebelum EYD V, PUEBI sempat ditetapkan ulang lewat keputusan tahun 2021, dan keputusan itulah yang digantikan. Bagian menimbang juga menyebut kewenangan Badan Bahasa melakukan pembakuan dan kodifikasi kaidah bahasa Indonesia berdasarkan Permendikbudristek Nomor 18 Tahun 2021.
Kalau kamu menemukan buku pelajaran atau artikel yang masih menyebut PUEBI sebagai pedoman terbaru, kemungkinan besar isinya ditulis sebelum Agustus 2022. Sebagian besar kaidahnya memang sama, tetapi ada perubahan yang perlu diketahui, seperti dibahas di dua bagian berikut. Versi daring EYD V tersedia di laman ejaan.kemendikdasmen.go.id, dan dokumen keputusannya bisa diunduh dari situs Badan Bahasa.
Ruang lingkup kaidah EYD Edisi V
Lampiran keputusan EYD V tersusun dalam empat bab. Memahami pembagian ini membantu kamu tahu harus mencari ke mana saat ragu, sehingga tidak membaca seluruh pedoman untuk satu pertanyaan kecil.
- Bab I Penggunaan Huruf. Mengatur 26 huruf abjad, huruf vokal dan konsonan, gabungan huruf vokal (monoftong dan diftong), gabungan huruf konsonan, huruf kapital, huruf miring, dan huruf tebal. Kaidah kapital kami rangkum di huruf kapital.
- Bab II Penulisan Kata. Kata dasar, kata turunan, pemenggalan kata, kata depan, singkatan, angka dan bilangan, sampai kata sandang si dan sang.
- Bab III Penggunaan Tanda Baca. Dari tanda titik sampai tanda apostrof. Panduan praktisnya untuk email dan dokumen kerja ada di tanda baca bahasa Indonesia.
- Bab IV Penulisan Unsur Serapan. Cara menyesuaikan ejaan kata asing, misalnya q menjadi k dan th menjadi t. Contoh penerapannya ada di artikel kata baku yang sudah disebut di atas.
Bab II sering terlupa padahal paling banyak menjebak. Kaidah kata turunan, misalnya, menyebut kata yang mendapat imbuhan ditulis serangkai, seperti dijual dan mempermudah, sedangkan kata depan di dan ke ditulis terpisah, seperti di rumah. Kaidah angka juga ada di bab ini: bilangan yang bisa dinyatakan dengan satu kata ditulis dengan huruf, misalnya tiga kali, kecuali dipakai berurutan dalam perincian.
Contoh perubahan penulisan di EYD V
Dibanding EBI, EYD V tidak mengubah wajah tulisan sebesar peralihan 1972. Perubahannya lebih banyak berupa penyesuaian kaidah. Berikut yang paling mungkin kamu temui, semuanya kami cocokkan dengan teks keputusan EYD V.
| Kaidah | Bunyi di EYD V | Contoh dari EYD V |
|---|---|---|
| Monoftong | Gabungan huruf vokal eu dilafalkan seperti e pepet | eurih, seudati, sadeu |
| Diakritik e | Tanda diakritik dapat diberikan pada huruf e pepet untuk membedakan pengucapan | seri (sêri) pada pertandingan berakhir seri |
| Bentuk terikat maha- | Ditulis terpisah dengan huruf awal kapital bila mengacu pada nama atau sifat Tuhan | Tuhan Yang Maha Kuasa, Yang Maha Esa |
| Huruf miring | Dipakai untuk judul buku, film, album lagu, acara televisi, siniar, lakon, dan nama media massa | buku Salah Asuhan |
| Tanda titik dua | Dapat memisahkan angka jam, menit, dan detik | pukul 01:35:20 |
| Pemenggalan | Monoftong eu tidak dipenggal | ci-leun-cang, seu-da-ti |
Dua perubahan paling terasa untuk pekerjaan sehari-hari adalah titik dua untuk waktu dan huruf miring untuk judul. Tanda titik untuk memisahkan jam, menit, dan detik, seperti pukul 01.35.20, tetap berlaku. EYD V kini juga mengakui titik dua, misalnya untuk durasi rekaman 00:20:30. Bagi kamu yang membuat transkrip atau notulen dengan penanda waktu, ini kabar baik.
Sementara itu, judul siniar dan acara televisi sekarang jelas ditulis miring, sama seperti judul buku. Kalau kamu menulis ulasan atau daftar pustaka yang mengutip podcast, cukup miringkan judulnya. Untuk istilah asing yang belum diserap, aturan huruf miring yang biasa tetap berlaku, seperti dijelaskan di code switching.
Kesalahan ejaan yang paling sering muncul
Kebanyakan kesalahan ejaan dalam tulisan kerja tidak berasal dari kaidah langka, tetapi dari empat kelompok yang itu-itu saja. Kalau kamu hanya punya waktu sebentar untuk memeriksa, fokuslah ke sini.
- Kata depan dan awalan tertukar. Di dan ke sebagai kata depan ditulis terpisah (di kantor, ke Jakarta), sedangkan di- sebagai awalan ditulis serangkai (dikirim, ditulis). Kesalahan seperti dikantor atau di kirim sangat umum, terutama saat mengetik cepat.
- Huruf kapital berlebihan atau kurang. Menulis jabatan tanpa nama orang dengan kapital, atau sebaliknya lupa kapital pada nama lembaga. Rinciannya ada di artikel huruf kapital.
- Penulisan angka tidak konsisten. Mencampur 3 orang dan tiga orang dalam satu dokumen, atau memulai kalimat dengan angka. EYD V menyarankan memakai kata seperti sebanyak atau mengubah susunan kalimat.
- Tanda baca yang menyimpang. Koma yang hilang sebelum tetapi, atau titik di akhir judul. Kaidahnya dibahas di artikel tanda baca.
Kesalahan pilihan kata, seperti merubah untuk mengubah, sebenarnya bukan kesalahan ejaan, tetapi biasanya diperiksa pada saat yang sama. Gabungkan keduanya dalam satu sesi penyuntingan supaya kamu tidak membaca dokumen berkali-kali. Kebiasaan menulis dulu baru menyunting juga cocok dengan pembagian sesi di teknik pomodoro.
Cara mengecek ejaan saat menulis
Membaca ulang sambil mencari semua jenis kesalahan sekaligus itu melelahkan, dan mata cenderung melewatkan kesalahan kecil. Cara yang lebih andal adalah beberapa putaran singkat, masing-masing untuk satu jenis kaidah. Alur ini berlaku untuk tulisan yang kamu ketik maupun yang kamu diktekan.
- Selesaikan draf dulu. Jangan berhenti memperbaiki ejaan di tengah menulis. Ide lebih penting di tahap ini.
- Putaran huruf kapital. Periksa awal kalimat, nama orang, nama lembaga, judul, dan singkatan.
- Putaran tanda baca dan angka. Cek koma, titik, tanda petik, penulisan jam, nominal uang, dan satuan.
- Putaran di dan ke. Pakai fitur cari (Ctrl + F) untuk kata di dan ke, lalu pastikan setiap kemunculan sudah benar: dipisah sebagai kata depan, disambung sebagai awalan.
- Putaran kata serapan dan kata baku. Cek kata yang meragukan di KBBI VI Daring, dan kaidah serapan di Bab IV EYD V.
- Baca sekali dari atas. Pastikan perbaikan tidak merusak alur kalimat.
Untuk rujukan, simpan dua alamat: laman EYD V di ejaan.kemendikdasmen.go.id untuk kaidah ejaan, dan KBBI VI Daring untuk bentuk kata. Pemeriksa ejaan bawaan pengolah kata membantu menangkap salah ketik, tetapi tidak memahami kaidah seperti di yang dipisah atau disambung. Untuk dokumen penting, seperti notulen yang akan diarsipkan, alur di cara membuat notulen rapat bisa digabung dengan putaran cek di atas.
Merapikan ejaan tulisan hasil dikte suara
Dikte suara mempercepat tahap pertama, menuangkan draf. Tetapi mesin pengenal suara menulis apa yang ia dengar, lalu menebak tanda baca dan huruf kapitalnya. Cara kerjanya kami jelaskan di automatic speech recognition. Hasilnya biasanya sudah terbaca rapi, tetapi beberapa kaidah EYD tetap layak dicek sendiri.
- Di dan ke. Bunyi di kantor dan dikantor sama persis saat diucapkan, jadi mesin harus menebak dari konteks.
- Huruf kapital nama. Nama orang, merek lokal, dan singkatan lembaga kadang ditulis dengan huruf kecil atau ejaan yang berbeda.
- Angka. Ucapan tiga ribu lima ratus bisa muncul sebagai angka atau huruf. Samakan formatnya di seluruh dokumen.
- Istilah asing. Kata Inggris yang kamu sisipkan perlu dicetak miring bila belum diserap.
Dua kebiasaan kecil membantu. Saat mendikte, ucapkan tanda baca atau beri jeda yang jelas di akhir kalimat. Setelah draf selesai, jalankan putaran cek di bagian sebelumnya. Panduan alatnya ada di voice typing, Google Docs voice typing, dan cara mengetik dengan suara di Word. Untuk rekaman wawancara, lihat transkrip wawancara.
Di mana Artikulasi berperan
Artikulasi bukan pemeriksa ejaan. Kami membuat aplikasi dikte suara untuk Windows 10 dan 11 yang bekerja di aplikasi apa pun yang sedang kamu pakai, dari email dan chat sampai dokumen. Kamu menahan Ctrl + Alt, bicara dalam Bahasa Indonesia, campur istilah Inggris juga boleh, lalu melepasnya. Teks bertanda baca muncul di tempat kursor berada.
Dalam alur di atas, Artikulasi mengisi tahap pertama: menuangkan draf dengan suara. Memastikan ejaannya sesuai EYD tetap tugasmu, dengan pedoman resmi sebagai rujukan. Cara kerja aplikasinya ada di halaman cara kerja, kemampuannya di halaman fitur, dan pilihan dikte lain di laptop kami rangkum di cara mengetik dengan suara di laptop. Versi beta untuk Windows sudah bisa dicoba.
Sumber
- Keputusan Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Nomor 0424/I/BS.00.01/2022 tentang Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (PDF), Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (diakses 30 Oktober 2026)
- Ejaan yang Disempurnakan, Wikipedia bahasa Indonesia (diakses 30 Oktober 2026)
- Ejaan Van Ophuijsen, Wikipedia bahasa Indonesia (diakses 30 Oktober 2026)
- Ejaan Republik, Wikipedia bahasa Indonesia (diakses 30 Oktober 2026)
- Ejaan Bahasa Indonesia, Wikipedia bahasa Indonesia (diakses 30 Oktober 2026)
- Republican Spelling System (tabel perbandingan huruf), Wikipedia bahasa Inggris (diakses 30 Oktober 2026)
- File:Kaboedajaän dan Masjarakat Magazine 1939.jpg, Wikimedia Commons (diakses 30 Oktober 2026)


