Tanda baca bahasa Indonesia diatur dalam Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan Edisi V (EYD V). Untuk tulisan kerja sehari-hari, kamu tidak perlu menghafal semua pasalnya: cukup kuasai fungsi titik, koma, titik dua, tanda hubung, tanda petik, dan tanda kurung, plus beberapa aturan angka dan jam. Panduan ini merangkum aturan itu dengan contoh dari email, laporan, dan pesan kantor.

Tanda baca yang salah jarang membuat orang berhenti membaca, tetapi sering membuat orang salah membaca. Koma yang hilang bisa mengubah siapa melakukan apa. Titik yang salah tempat pada angka bisa mengubah nilai anggaran. Di tulisan kerja, akibatnya lebih nyata daripada sekadar terlihat kurang rapi.

Semua aturan di artikel ini kami ambil dari laman resmi EYD V milik Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, yang kami buka saat menulis. Contoh kalimatnya kami sesuaikan dengan situasi kerja. Di bagian akhir, kami juga membahas cara menangani tanda baca saat kamu menulis dengan suara.

Daftar tanda baca bahasa Indonesia dan fungsinya

EYD V mengatur lima belas tanda baca, dari tanda titik sampai tanda penyingkat (apostrof). Tidak semuanya sering muncul di tulisan kerja. Tabel di bawah merangkum tanda yang paling sering kamu pakai di email, laporan, dan notulen, beserta fungsi utamanya menurut EYD V.

TandaFungsi utama (EYD V)Contoh di tulisan kerja
Titik (.)Akhir kalimat pernyataan; pemisah jam dan menit; pemisah ribuan yang menunjukkan jumlahRapat dimulai pukul 09.30.
Koma (,)Perincian; sebelum tetapi, melainkan, sedangkan; setelah anak kalimat di depanKalau anggarannya disetujui, kita mulai Senin.
Titik koma (;)Pengganti kata penghubung antara kalimat setara; pemisah perincian yang sudah memakai komaTim A menyusun proposal; tim B menyiapkan presentasi.
Titik dua (:)Akhir pernyataan lengkap yang diikuti perincian atau penjelasanLampiran terdiri atas tiga berkas: proposal, anggaran, dan jadwal.
Tanda hubung (-)Bentuk ulang; tanggal dalam angka; merangkai unsur Indonesia dengan unsur asingLaporan-laporan itu sudah di-upload.
Tanda tanya (?)Akhir kalimat tanyaKapan draf finalnya bisa dikirim?
Tanda seru (!)Seruan, perintah, atau emosi yang kuatMohon segera dikonfirmasi!
Tanda petik ("...")Petikan langsung; judul artikel, bab, atau lagu dalam kalimat; istilah dengan arti khususKlien menulis, "Kami setuju dengan revisinya."
Tanda kurung ( )Keterangan tambahan, singkatan, atau padanan kata asingRencana anggaran biaya (RAB) terlampir.
Elipsis (...)Bagian kutipan yang dihilangkan; ujaran yang tidak selesai"Hasil survei menunjukkan ... perlu dikaji ulang."

Selain sepuluh tanda di atas, EYD V juga mengatur tanda pisah (garis yang lebih panjang dari tanda hubung), tanda petik tunggal, tanda kurung siku, tanda garis miring, dan tanda penyingkat. Di tulisan kerja, keterangan sisipan biasanya lebih aman ditulis dengan koma atau tanda kurung, karena tanda hubung dan tanda pisah sering tertukar saat diketik.

Kartu ringkas enam tanda baca: titik untuk akhir kalimat, jam, dan ribuan; koma untuk perincian dan anak kalimat di depan; titik dua sebelum perincian; tanda hubung untuk bentuk ulang dan kata asing berimbuhan; tanda petik untuk kutipan; tanda kurung untuk singkatan dan keterangan tambahan.
Enam tanda baca yang paling sering dipakai di tulisan kerja, diringkas dari EYD V. Ilustrasi: Artikulasi

Tanda titik: lebih dari sekadar akhir kalimat

Semua orang tahu tanda titik menutup kalimat pernyataan. Yang sering terlupa adalah aturan titik di luar kalimat. Menurut EYD V tentang tanda titik, ada beberapa aturan yang langsung berguna untuk tulisan kerja:

  • Tidak dipakai di akhir judul dan subjudul. Judul email, judul laporan, dan judul bagian tidak diakhiri titik.
  • Memisahkan jam, menit, dan detik. Tulis "pukul 13.45", bukan "pukul 13,45".
  • Memisahkan ribuan yang menunjukkan jumlah. Tulis "1.250 peserta", bukan "1,250 peserta".
  • Tidak dipakai untuk bilangan yang tidak menunjukkan jumlah. Nomor telepon, nomor rekening, dan tahun ditulis tanpa titik, misalnya "tahun 2026".
  • Tidak dipakai di belakang alamat penerima dan tanggal surat. Baris "Yogyakarta, 9 Oktober 2026" di surat resmi tidak diakhiri titik.

Aturan ribuan inilah yang paling sering bertabrakan dengan kebiasaan dari aplikasi berbahasa Inggris, yang memakai koma untuk ribuan dan titik untuk desimal. Kalau laporanmu memuat angka dari spreadsheet berbahasa Inggris, periksa sekali sebelum disalin ke dokumen berbahasa Indonesia.

Tanda koma: aturan yang paling sering salah

Tanda koma punya empat belas butir aturan di EYD V tentang tanda koma, terbanyak di antara semua tanda baca. Untuk tulisan kerja, lima aturan berikut yang paling sering dibutuhkan.

Koma di antara unsur perincian

Pisahkan tiap unsur perincian dengan koma, termasuk sebelum kata "dan" atau "atau" yang mendahului unsur terakhir. Contoh: "Siapkan proposal, anggaran, dan jadwal kerja."

Koma sebelum tetapi, melainkan, dan sedangkan

Kalimat majemuk pertentangan memakai koma sebelum kata penghubungnya. Contoh: "Desainnya sudah disetujui, tetapi warnanya perlu disesuaikan."

Koma setelah anak kalimat yang ada di depan

Ini aturan yang paling sering dilanggar. EYD V menyebut koma dipakai untuk memisahkan anak kalimat yang mendahului induk kalimat, dan tidak dipakai jika induk kalimat ada di depan. "Kalau klien setuju, kita kirim besok" memakai koma. "Kita kirim besok kalau klien setuju" tidak memakai koma.

Dua contoh kalimat berdampingan. Kiri: anak kalimat di depan, Kalau klien setuju, kita kirim besok, dengan koma disorot. Kanan: induk kalimat di depan, Kita kirim besok kalau klien setuju, tanpa koma.
Aturan koma dan anak kalimat menurut EYD V: posisi anak kalimat menentukan perlu tidaknya koma. Ilustrasi: Artikulasi

Koma setelah ungkapan penghubung antarkalimat

Ungkapan seperti "oleh karena itu", "jadi", "dengan demikian", dan "meskipun demikian" di awal kalimat diikuti koma. Contoh: "Oleh karena itu, rapat diundur ke Kamis."

Koma pada sapaan, salam surat, dan gelar

Koma dipakai sebelum atau sesudah kata sapaan ("Terima kasih, Bu."), sesudah salam pembuka dan penutup surat ("Dengan hormat," dan "Hormat kami,"), dan di antara nama orang dengan gelar akademisnya ("Siti Aminah, S.H., M.H.").

Titik koma, titik dua, dan tanda hubung

Titik koma jarang dipakai, padahal berguna untuk dua hal. EYD V menyebutnya dapat menggantikan kata penghubung di antara kalimat setara ("Tim A menyusun proposal; tim B menyiapkan presentasi"), dan memisahkan bagian perincian yang di dalamnya sudah ada koma.

Titik dua dipakai di akhir pernyataan lengkap yang langsung diikuti perincian. Menurut EYD V tentang tanda titik dua, tanda ini tidak dipakai kalau perinciannya merupakan bagian dari kalimat. Jadi "Kami membutuhkan tiga hal: laptop, proyektor, dan kabel HDMI" benar, sedangkan "Kami membutuhkan: laptop, proyektor, dan kabel HDMI" tidak sesuai, karena "Kami membutuhkan" belum menjadi pernyataan lengkap.

Tanda hubung punya banyak fungsi menurut EYD V tentang tanda hubung. Tiga yang paling sering muncul di tulisan kerja: menyambung bentuk ulang (laporan-laporan), menyambung tanggal dalam angka (9-10-2026), dan merangkai unsur bahasa Indonesia dengan unsur bahasa asing (di-upload, meeting-nya). Untuk aturan terakhir, kata asingnya juga ditulis miring di tulisan resmi. Contoh lebih banyak soal kata Inggris berimbuhan ada di artikel bahasa Jaksel.

Tanda petik, tanda kurung, dan elipsis

Tanda petik mengapit petikan langsung, judul artikel atau bab di dalam kalimat, dan istilah yang kurang dikenal atau punya arti khusus. Di notulen, tanda petik berguna untuk mencatat ucapan yang perlu dikutip apa adanya, misalnya keputusan yang disampaikan pimpinan rapat. Cara menyusun notulen yang rapi ada di panduan cara membuat notulen rapat.

Tanda kurung mengapit keterangan tambahan seperti singkatan atau padanan kata asing, misalnya "pemengaruh (influencer)" atau "rencana anggaran biaya (RAB)". Pola ini cocok untuk dokumen kerja: tulis kepanjangan saat singkatan pertama kali muncul, lalu pakai singkatannya.

Tanda elipsis menunjukkan bagian kutipan yang dihilangkan atau ujaran yang tidak selesai. EYD V juga mengatur bahwa elipsis di akhir kalimat diikuti tanda baca akhir kalimat, seperti titik, tanda tanya, atau tanda seru.

Kesalahan tanda baca yang sering muncul di tulisan kerja

Tabel berikut merangkum kesalahan yang sering kami temui di email, laporan, dan pesan kantor, lengkap dengan versi yang sesuai EYD V. Daftarnya berasal dari pengamatan kami, bukan dari survei.

Kurang tepatSesuai EYD VAturannya
Kami akan datang, kalau diundang.Kami akan datang kalau diundang.Tanpa koma jika induk kalimat di depan
Kalau diundang kami akan datang.Kalau diundang, kami akan datang.Koma setelah anak kalimat di depan
Rapat pukul 14:00 WIB.Rapat pukul 14.00 WIB.Titik untuk jam (titik dua juga dibolehkan EYD V, tetapi titik lebih umum)
Total 2,500 peserta.Total 2.500 peserta.Titik untuk ribuan yang menunjukkan jumlah
Kami membutuhkan: laptop dan proyektor.Kami membutuhkan laptop dan proyektor.Titik dua hanya setelah pernyataan lengkap
Oleh karena itu rapat diundur.Oleh karena itu, rapat diundur.Koma setelah ungkapan penghubung antarkalimat
Laporan Bulanan September.Laporan Bulanan SeptemberTanpa titik di akhir judul
Terima kasih Pak.Terima kasih, Pak.Koma sebelum kata sapaan
Tiga kartu aturan angka: pukul 15.30 dengan titik untuk jam dan menit, 2.500 peserta dengan titik untuk ribuan, dan 3,5 persen dengan koma untuk desimal. Di bawahnya catatan bahwa nomor telepon dan tahun tidak memakai titik.
Titik dan koma pada angka menurut EYD V. Ini yang paling sering tertukar dengan kebiasaan aplikasi berbahasa Inggris. Ilustrasi: Artikulasi

Tanda baca saat menulis dengan suara

Kalau kamu mulai menulis dengan suara, tanda baca adalah bagian yang paling sering perlu dirapikan. Alat dikte menangani tanda baca dengan cara yang berbeda-beda:

  • Diucapkan sebagai perintah. Beberapa alat memintamu menyebut "titik" atau "koma". Di Google Docs voice typing, perintah suara termasuk untuk tanda baca hanya tersedia dalam bahasa Inggris.
  • Ditambahkan otomatis. Sebagian alat menebak tanda baca dari jeda dan intonasi. Hasilnya bergantung pada bahasa: di iPhone, misalnya, tanda baca otomatis belum tersedia untuk Bahasa Indonesia, seperti yang kami bahas di panduan cara mengetik dengan suara di HP.
  • Dirapikan setelah transkripsi. Alat dikte modern sering menambahkan tahap perapian dengan model bahasa, yang menambah titik dan koma sekaligus membuang kata pengisi. Cara kerjanya kami jelaskan di artikel automatic speech recognition.

Apa pun alatnya, kebiasaan yang membantu tetap sama: ucapkan satu kalimat utuh dengan jeda yang jelas di akhir kalimat, lalu baca ulang dan rapikan tanda baca dengan keyboard. Pilihan alat dikte di laptop dan batasnya kami bandingkan di panduan cara mengetik dengan suara di laptop dan cara mengetik dengan suara di Word. Untuk mempercepat bagian merapikan, shortcut keyboard di panduan cara mengetik cepat bisa dipakai, dan kalau kamu sering membalas chat dengan suara, lihat juga panduan cara mengetik WA dengan suara.

Artikulasi dibangun untuk orang yang menulis dalam Bahasa Indonesia di Windows: kamu bicara, lalu teks yang sudah dirapikan dan bertanda baca muncul di aplikasi yang sedang kamu pakai. Penjelasannya ada di halaman fitur dan cara kerja. Versi beta Artikulasi untuk Windows sudah bisa dicoba lewat pendaftaran email, tetapi namanya beta, jadi tetap baca ulang hasil dikte dari alat mana pun yang kamu pakai. Kalau kamu sedang membandingkan pilihan yang sudah tersedia, lihat ulasan alternatif Wispr Flow.

Kesimpulan

Tanda baca bahasa Indonesia diatur EYD Edisi V, dan untuk tulisan kerja kamu cukup menguasai beberapa aturan inti. Titik menutup kalimat, memisahkan jam, dan memisahkan ribuan. Koma memisahkan perincian, mendahului "tetapi", dan mengikuti anak kalimat yang ada di depan. Titik dua hanya dipakai setelah pernyataan lengkap. Tanda hubung merangkai bentuk ulang dan kata asing berimbuhan. Simpan tabel kesalahan di atas sebagai daftar periksa, dan biasakan membaca ulang sekali sebelum mengirim, terutama kalau tulisannya hasil dikte. Kalau kamu ingin tahu seberapa banyak waktu yang bisa dihemat dengan menulis lewat suara, baca artikel rata-rata kecepatan mengetik.

Sumber

  1. Penggunaan Tanda Baca: Tanda Titik (EYD V), Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (diakses 9 Oktober 2026)
  2. Penggunaan Tanda Baca: Tanda Koma (EYD V), Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (diakses 9 Oktober 2026)
  3. Penggunaan Tanda Baca: Tanda Titik Koma (EYD V), Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (diakses 9 Oktober 2026)
  4. Penggunaan Tanda Baca: Tanda Titik Dua (EYD V), Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (diakses 9 Oktober 2026)
  5. Penggunaan Tanda Baca: Tanda Hubung (EYD V), Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (diakses 9 Oktober 2026)
  6. Penggunaan Tanda Baca: Tanda Petik (EYD V), Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (diakses 9 Oktober 2026)
  7. Penggunaan Tanda Baca: Tanda Kurung (EYD V), Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (diakses 9 Oktober 2026)
  8. Ejaan yang Disempurnakan, Wikipedia bahasa Indonesia (diakses 9 Oktober 2026)