Kata baku dan tidak baku adalah dua bentuk dari kata yang sama: kata baku menjadi patokan resmi bahasa Indonesia, sedangkan kata tidak baku adalah variasi ejaan atau bentuk yang menyimpang dari patokan itu, seperti resiko untuk risiko atau silahkan untuk silakan. Cara paling pasti membedakannya adalah mengecek KBBI VI Daring. Panduan ini memuat 35 pasangan contoh yang sudah kami cek satu per satu, pola kesalahan yang paling sering muncul, kaidah serapan dari EYD V, dan cara mengeceknya sendiri.
Apa itu kata baku dan kata tidak baku
Kata baku dimulai dari arti kata baku itu sendiri. KBBI VI Daring mencatat salah satu makna baku sebagai tolok ukur yang berlaku untuk kuantitas atau kualitas yang ditetapkan berdasarkan kesepakatan, atau standar. Jadi kata baku adalah bentuk kata yang disepakati sebagai standar penulisan bahasa Indonesia, dan bentuk itulah yang dicatat sebagai entri utama di kamus resmi.
Kata tidak baku adalah bentuk lain dari kata yang sama yang menyimpang dari standar tersebut. Biasanya penyimpangan itu muncul dari cara orang melafalkan kata sehari-hari, dari kebiasaan menulis yang terbawa bahasa daerah, atau dari penyerapan kata asing yang tidak mengikuti kaidah. Contoh klasiknya apotik, yang di KBBI diarahkan ke bentuk baku apotek.
Penting dicatat, kata tidak baku bukan berarti kata yang tidak dimengerti. Semua orang paham maksud resiko atau praktek. Bedanya ada pada tempat pemakaiannya. Di tulisan resmi, pembaca dan penilai mengharapkan bentuk standar, sehingga kata tidak baku terlihat kurang cermat. Di percakapan santai, justru bentuk yang terlalu kaku bisa terdengar janggal. Pembahasan soal ragam santai dan campur bahasa ada di artikel bahasa Jaksel dan code switching.
Cara membedakan kata baku dan tidak baku
Tidak ada rumus tunggal yang bisa menebak bentuk baku semua kata, karena sebagian bentuk baku ditetapkan lewat kesepakatan dan pencatatan di kamus. Meski begitu, ada beberapa tanda praktis yang bisa kamu pakai sebelum membuka kamus.
- Tercatat sebagai entri utama di KBBI. Ini tanda yang paling pasti. Kata baku punya makna lengkap, sedangkan kata tidak baku hanya diarahkan ke kata lain.
- Mengikuti kaidah ejaan EYD V. Termasuk penulisan huruf, kata turunan, dan unsur serapan.
- Imbuhannya dibentuk dari kata dasar yang benar. Mengubah berasal dari ubah, bukan dari rubah.
- Tidak terpengaruh lafal daerah atau lafal santai. Misalnya nasihat, bukan nasehat, dan napas, bukan nafas.
- Tidak menambah huruf yang tidak perlu. Silakan tanpa h, utang tanpa h, imbau tanpa h.
Tanda-tanda ini membantu kamu curiga pada sebuah kata, tetapi keputusan akhirnya tetap di kamus. Ada kata yang tampak tidak baku padahal baku, dan sebaliknya. Contohnya objek dan cabai: keduanya kami cek di KBBI VI Daring dan tampil sebagai entri biasa tanpa catatan bentuk tidak baku untuk obyek atau cabe, jadi kami tidak memasukkannya ke daftar contoh. Inilah alasan daftar di artikel ini hanya memuat pasangan yang catatannya benar-benar tertulis di KBBI.
35 contoh kata baku dan tidak baku yang sudah dicek di KBBI
Tabel berikut memuat pasangan yang paling sering muncul di tulisan sehari-hari, dari email kantor sampai tugas sekolah. Setiap baris kami cek di KBBI VI Daring pada 28 Oktober 2026: kata di kolom kiri tampil sebagai entri baku, dan kata di kolom tengah tercantum sebagai bentuk tidak baku atau diarahkan dengan tanda panah ke kata baku tersebut.
| Kata baku | Bentuk tidak baku | Contoh kalimat dengan kata baku |
|---|---|---|
| aktivitas | aktifitas | Aktivitas kantor dimulai pukul delapan. |
| analisis | analisa | Hasil analisis data dikirim besok. |
| andal | handal | Kami butuh sistem yang andal. |
| antre | antri | Pelanggan antre di depan kasir. |
| apotek | apotik | Resepnya ditebus di apotek. |
| atlet | atlit | Atlet itu berlatih setiap pagi. |
| detail | detil, ditel | Tolong kirim detail biayanya. |
| ekstrem | ekstrim | Cuaca ekstrem diperkirakan berlangsung tiga hari. |
| Februari | Pebruari | Laporan ditutup pada akhir Februari. |
| frekuensi | frekwensi | Frekuensi rapat dikurangi menjadi sepekan sekali. |
| hakikat | hakekat | Hakikat pendidikan adalah memanusiakan manusia. |
| hipotesis | hipotesa | Hipotesis penelitian ini terbukti. |
| ijazah | ijasah | Lampirkan fotokopi ijazah terakhir. |
| imbau | himbau | Warga diimbau tidak membakar sampah. |
| izin | ijin, idzin | Saya mohon izin pulang lebih awal. |
| jadwal | jadual | Jadwal ujian sudah diumumkan. |
| karier | karir | Kariernya menanjak dalam dua tahun. |
| kategori | katagori | Produk ini masuk kategori alat tulis. |
| khawatir | kuatir, kawatir | Jangan khawatir, datanya sudah dicadangkan. |
| konkret | konkrit, kongkret, kongkrit | Berikan contoh yang konkret. |
| kualitas | kwalitas | Kualitas suara rekaman cukup jernih. |
| kuitansi | kwitansi, kwetansi | Simpan kuitansi pembayaran. |
| mengubah | merubah | Kami mengubah jadwal rapat. |
| napas | nafas | Tarik napas sebelum presentasi. |
| nasihat | nasehat | Terima kasih atas nasihatnya. |
| praktik | praktek | Teori itu sulit dijalankan dalam praktik. |
| risiko | resiko | Setiap investasi punya risiko. |
| saksama | seksama | Baca kontraknya dengan saksama. |
| sekadar | sekedar | Ini sekadar pengingat. |
| silakan | silahkan | Silakan isi formulir berikut. |
| sistem | sistim | Sistem pembayaran sedang diperbarui. |
| standardisasi | standarisasi | Standardisasi format laporan dimulai bulan ini. |
| teknik | tehnik | Teknik ini mudah dipelajari. |
| utang | hutang | Utang usaha dilunasi bertahap. |
| zaman | jaman | Zaman sudah berubah. |
Beberapa baris punya lebih dari satu bentuk tidak baku. KBBI mencatat detil dan ditel untuk detail, kuatir dan kawatir untuk khawatir, serta tiga variasi untuk konkret. Artinya, kesalahan pada kata yang sama bisa muncul dalam beberapa wujud, dan semuanya bermuara ke satu bentuk baku.
Kalau kamu sering menulis dokumen resmi, simpan tabel ini atau tandai sepuluh kata yang paling sering kamu pakai. Daftar pendek pribadi seperti itu lebih mudah diingat daripada tabel panjang, dan bisa dipakai sebagai daftar cari saat merapikan draf.
Empat pola kata tidak baku yang sering muncul
Menghafal daftar panjang itu melelahkan. Lebih mudah kalau kamu mengenali pola kesalahannya, karena kata baru yang belum pernah kamu cek sering jatuh ke salah satu pola yang sama. Dari 35 pasangan di atas, sebagian besar bisa dikelompokkan menjadi empat pola berikut.
- Serapan yang tidak mengikuti kaidah. Kata asing diserap dengan ejaan yang meniru bunyi atau tulisan aslinya, misalnya kwalitas dan frekwensi. Kaidah EYD V menetapkan bentuk kualitas dan frekuensi. Pola ini dibahas lebih rinci di bagian berikutnya.
- Vokal yang bergeser. Lafal sehari-hari mengubah i menjadi e atau sebaliknya: praktek untuk praktik, nasehat untuk nasihat, resiko untuk risiko, hakekat untuk hakikat.
- Huruf yang ditambah. Huruf h sering disisipkan karena terdengar lebih sopan atau lebih tegas: silahkan, hutang, himbau, handal. Bentuk bakunya justru tanpa h.
- Bentuk dasar atau imbuhan yang keliru. Merubah dibentuk dari kata dasar yang salah. Analisa dan hipotesa mengambil bentuk dari bahasa Belanda, sementara KBBI memilih analisis dan hipotesis. Standarisasi kehilangan huruf d dari standar.
Pola keempat paling menarik untuk dibahas, karena kesalahannya bukan sekadar soal huruf. Kasus merubah adalah contoh terbaik.
Kasus merubah dan mengubah
Merubah mungkin kata tidak baku yang paling sering kamu temui, dari judul berita sampai nama fitur aplikasi. Bentuk bakunya mengubah, dari kata dasar ubah yang di KBBI bermakna tukar atau ganti. Awalan meng- yang bertemu kata berawalan vokal u menghasilkan mengubah, seperti mengurus dari urus.
Lalu dari mana rubah? KBBI mencatat rubah 1 sebagai mamalia karnivor terkecil dari kelompok anjing. Ada juga rubah 2, yang KBBI tandai sebagai bentuk tidak baku dari ubah. Jadi kalau ditulis merubah, pembaca yang teliti bisa membacanya sebagai bentuk yang menyimpang, bukan sebagai kata kerja yang sah.
Pola yang sama berlaku untuk turunan lain. Tulis perubahan, bukan perrubahan, dan berubah tetap baku karena dibentuk dari ber- dan ubah. Kalau ragu dengan bentuk berimbuhan, cari kata dasarnya dulu di KBBI, lalu lihat daftar kata turunan di bawah entrinya.
Kaidah kata serapan dari EYD V
Banyak kata tidak baku lahir dari penyerapan kata asing. Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan Edisi V (EYD V) punya bab khusus Penulisan Unsur Serapan. Bagian pengantarnya menjelaskan bahwa penyerapan diupayakan agar ejaannya diubah seperlunya sehingga bentuk Indonesianya masih bisa dibandingkan dengan bentuk asalnya, dan kaidah soal imbuhan dijelaskan dalam Pedoman Umum Pembentukan Istilah (PUPI).
Halaman resmi ejaan.kemendikdasmen.go.id meminta verifikasi peramban yang tidak bisa dilewati alat kami, jadi kutipan dan tangkapan layar di bawah kami ambil dari arsip Internet Archive halaman resmi itu tertanggal 1 Oktober 2025. Isi kaidahnya kami salin persis dari arsip tersebut.
| Nomor kaidah | Bunyi kaidah | Contoh dari EYD V | Bentuk yang keliru |
|---|---|---|---|
| 11 | Huruf c (Inggris) yang diikuti a, o, u, atau konsonan menjadi k | construction menjadi konstruksi | construksi |
| 16 | Gabungan ch yang diikuti a, o, atau konsonan menjadi k | technique menjadi teknik | tehnik |
| 57 | Gabungan ph menjadi f | phase menjadi fase | phase, pase |
| 62 | Huruf q menjadi k | frequency menjadi frekuensi | frekwensi |
| 73 | Gabungan th menjadi t | thesis menjadi tesis | thesis |
| 87 | Huruf x di tengah kata atau akhir suku kata menjadi ks | executive menjadi eksekutif | executif |
Kolom bentuk yang keliru berisi contoh salah tulis yang menyimpang dari kaidah di baris itu. Untuk tehnik dan frekwensi, KBBI VI Daring juga mencatatnya secara tertulis sebagai bentuk tidak baku. Kaidah ini juga menjelaskan kualitas dan kuitansi, karena gabungan kw pada kwalitas dan kwitansi tidak mengikuti bentuk yang ditetapkan.
Tidak semua kata asing diserap. EYD V menyebut kelompok unsur yang dipakai dengan penulisan dan pelafalan asing, seperti force majeure dan de facto. Kata seperti ini tidak diubah ejaannya, dan dalam tulisan resmi biasanya dicetak miring. Aturan penulisan huruf lain dibahas di artikel huruf kapital.
Cara mengecek kata baku di KBBI VI Daring
KBBI VI Daring bisa dibuka gratis di kbbi.kemendikdasmen.go.id tanpa mendaftar. Kotak Pesan Redaksi di halaman hasil menyebut akun terdaftar membuka fitur tambahan, misalnya informasi etimologi, tetapi untuk mengecek baku atau tidaknya sebuah kata, akun tidak diperlukan.
- Buka kbbi.kemendikdasmen.go.id lalu ketik kata yang kamu ragukan di kotak pencarian.
- Lihat judul hasilnya. Kata baku tampil sebagai judul entri yang dipenggal per suku kata, misalnya a.po.tek, lengkap dengan kelas kata dan maknanya.
- Perhatikan tanda panah. Kalau yang muncul hanya tanda panah ke kata lain, seperti apotik yang diarahkan ke apotek, berarti kata yang kamu ketik bukan bentuk baku.
- Baca catatan di bawah judul entri baku. KBBI menulis bentuk tidak baku diikuti ejaan yang perlu dihindari.
- Ganti di tulisanmu dan cek juga kata turunannya, misalnya perubahan dan mengubah dari ubah.
Kalau kata yang kamu cari tidak ditemukan sama sekali, ada tiga kemungkinan. Kata itu kata berimbuhan, jadi coba cari kata dasarnya. Kata itu istilah asing yang belum diserap, jadi tulis miring. Atau kata itu memang salah ketik. KBBI juga tersedia sebagai aplikasi luring untuk Android dan iOS, seperti tercantum di bagian bawah laman.
Kapan harus memakai kata baku
Kata baku wajib dalam situasi yang menuntut ragam resmi. Pembaca di situasi ini menilai kecermatanmu dari detail kecil, dan kata tidak baku mudah tertangkap mata. Tabel berikut memberi gambaran praktis, bukan aturan resmi, tentang kapan bentuk baku sebaiknya dipakai.
| Jenis tulisan | Kata baku | Alasan |
|---|---|---|
| Surat lamaran, CV, surat resmi | Wajib | Pembaca menilai kecermatan dan profesionalisme |
| Skripsi, makalah, laporan penelitian | Wajib | Karya ilmiah memakai ragam resmi |
| Laporan kantor, notulen, proposal | Sangat dianjurkan | Dokumen dibaca banyak orang dan diarsipkan |
| Artikel blog, unggahan media sosial merek | Dianjurkan | Menjaga citra, tetapi gaya boleh lebih santai |
| Chat dengan teman, komentar santai | Bebas | Ragam santai lebih wajar |
| Dialog dalam cerita atau naskah | Sesuai tokoh | Kata tidak baku menghidupkan karakter |
Kata baku saja belum cukup membuat tulisan enak dibaca. Kalimatnya juga perlu efektif, hemat kata, dan logis, seperti dibahas di kalimat efektif. Tanda baca yang tepat juga memengaruhi kesan resmi, dan panduannya ada di tanda baca Bahasa Indonesia. Untuk rapat, notulen yang memakai kata baku lebih mudah diarsipkan, dan contohnya ada di cara membuat notulen rapat.
Kesalahan umum saat merapikan kata tidak baku
Merapikan kata tidak baku kelihatannya sederhana, tinggal cari dan ganti. Dalam praktik, ada beberapa jebakan yang membuat hasilnya justru berantakan.
- Mengganti semua sekaligus tanpa melihat konteks. Fitur ganti semua bisa ikut mengubah nama orang, nama merek, atau kutipan. Nama usaha yang secara resmi memakai ejaan apotik, misalnya, tetap ditulis sesuai nama resminya.
- Mengubah kutipan langsung. Ucapan narasumber yang dikutip apa adanya tidak perlu dibakukan. Kalau perlu, beri keterangan.
- Lupa kata turunan. Kamu sudah mengganti resiko, tetapi beresiko dan risikonya terlewat. Cari potongan kata, bukan kata utuh.
- Mengandalkan pemeriksa ejaan. Kata seperti praktek dan resiko tetap dikenal sebagai kata, sehingga bisa lolos dari garis merah. Cek kata yang meragukan langsung di KBBI.
- Membakukan istilah yang memang asing. Istilah yang belum diserap cukup dicetak miring. Jangan memaksa membuat bentuk serapan sendiri.
- Mengoreksi sambil menulis. Berhenti di setiap kata membuat ide hilang. Tulis dulu sampai selesai, baru rapikan.
Poin terakhir paling berpengaruh pada kecepatan menulis. Memisahkan tahap menulis dan merapikan juga cara kerja yang kami sarankan di teknik pomodoro dan cara mengetik cepat.
Merapikan kata baku setelah menulis dengan dikte suara
Kalau kamu menulis dengan dikte suara, kata yang muncul di layar mengikuti apa yang terdengar dan bagaimana mesin pengenal suara mengejanya. Mesin seperti ini belajar dari teks yang sangat banyak, termasuk teks yang memakai bentuk tidak baku. Penjelasan cara kerjanya ada di automatic speech recognition.
Karena itu, dua kebiasaan kecil membantu. Pertama, ucapkan kata dengan lafal bakunya: risiko dengan i, praktik dengan i, dan silakan tanpa h yang ditekan. Kedua, setelah draf selesai, lakukan satu putaran cari dan ganti untuk daftar pendek kata yang paling sering muncul di tulisanmu.
- Diktekan draf sampai selesai tanpa berhenti memperbaiki. Panduan alatnya ada di voice typing dan Google Docs voice typing.
- Buka fitur cari (Ctrl + F di Word dan Google Docs) dan cari potongan kata seperti resiko, praktek, silahkan, rubah, analisa, dan hutang.
- Ganti satu per satu, bukan ganti semua, supaya nama dan kutipan tidak ikut berubah.
- Cek kata yang masih meragukan di KBBI VI Daring.
- Baca ulang sekali dari atas untuk memastikan kalimatnya tetap enak dibaca.
Alur yang sama berlaku untuk hasil transkrip rekaman. Kalau kamu mengubah rekaman wawancara atau rapat menjadi teks, lihat transkrip wawancara dan ubah suara jadi teks. Di laptop Windows, pengetikan suara bawaan (Windows + H) belum mencantumkan Bahasa Indonesia, sehingga pilihan lain kami rangkum di cara mengetik dengan suara di laptop.
Di mana Artikulasi berperan
Artikulasi bukan kamus dan bukan pemeriksa ejaan. Kami membuat aplikasi dikte suara untuk Windows 10 dan 11 yang bekerja di aplikasi apa pun yang sedang kamu pakai, dari email dan chat sampai dokumen. Kamu menahan Ctrl + Alt, bicara dalam Bahasa Indonesia, campur istilah Inggris juga boleh, lalu melepasnya. Teks bertanda baca muncul di tempat kursor berada.
Dalam alur di atas, Artikulasi mengisi tahap pertama: menuangkan draf dengan suara. Merapikan kata baku tetap tugasmu, dengan KBBI sebagai rujukan. Cara kerja aplikasinya ada di halaman cara kerja, kemampuannya di halaman fitur, dan kalau kamu masih membandingkan alat dikte, baca alternatif Wispr Flow. Versi beta untuk Windows sudah bisa dicoba.
Sumber
- KBBI VI Daring, entri baku, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (diakses 28 Oktober 2026)
- KBBI VI Daring, entri apotek, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (diakses 28 Oktober 2026)
- KBBI VI Daring, entri merubah, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (diakses 28 Oktober 2026)
- KBBI VI Daring, entri mengubah, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (diakses 28 Oktober 2026)
- EYD V, Penulisan Unsur Serapan (arsip Internet Archive 1 Oktober 2025), Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (diakses 28 Oktober 2026)
- EYD V, Serapan Umum (arsip Internet Archive 1 Oktober 2025), Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (diakses 28 Oktober 2026)


